Assalamu'alaikum ! welcome to Media Pendidikan.| Contact | Register | Sign In
Showing posts with label Wisata Rohani. Show all posts
Showing posts with label Wisata Rohani. Show all posts

Tangan Di Atas Lebih Baik Dari Pada Tangan Di Bawah


عَنْ حَكِيْمِ بْنِ حِزَامٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :اَلْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُوْلُ، وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ عَنْ ظَهْرِ غِنًى، وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ

Dari Hakîm bin Hizâm Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu. Dan sebaik-sebaik sedekah adalah yang dikeluarkan dari orang yang tidak membutuhkannya. Barangsiapa menjaga kehormatan dirinya maka Allâh akan menjaganya dan barangsiapa yang merasa cukup maka Allâh akan memberikan kecukupan kepadanya.”
Hadits ini muttafaq ‘alaih. Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhâri (no. 1427) dan Muslim no.1053 (124)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:

1.Orang yang memberi lebih baik daripada orang yang menerima.
2. Dianjurkan bersedekah dan berinfak kepada kaum Muslimin yang membutuhkan.
3. Minta-minta hukumnya haram dalam Islam.
4. Bila seseorang diberi sesuatu tanpa diminta, maka ia boleh menerimanya.
5. Seorang Muslim wajib memberi nafkah kepada orang yang berada dalam pemeliharaan, seperti isteri, anak, orang tua dan pembantu.
6. Dimakruhkan menyedekahkan apa yang masih dibutuhkan atau menyedekahkan seluruh apa yang dimilikinya, sehingga dia tidak terpaksa meminta-minta kepada orang lain.
7. Sebaik-baik sedekah yaitu sedekah yang diambilkan dari kelebihan harta setelah kebutuhan kita terpenuhi.
8.Memelihara diri dari meminta-minta dan merasa cukup dengan pemberian Allâh Azza wa Jalla dapat membuahkan rezeki yang baik dan jalan menuju kemuliaan.
9. Orang yang menjaga kehormatan dirinya (‘iffah), maka Allâh Azza wa Jalla akan menjaganya.
10. Orang-orang yang tidak meminta-minta kepada manusia, maka dia akan mulia.
11. Orang yang qanâ’ah (merasa puas dengan rezeki yang Allâh Azza wa Jalla karuniakan), dia adalah orang yang paling kaya.
12. Orang yang merasa cukup dengan rezeki yang Allâh karuniakan kepadanya, maka Allâh Azza wa Jalla akan mencukupinya.
13. Orang yang beriman kepada Allâh Azza wa Jalla wajib menghilangkan ketergantungan hatinya kepada makhluk. Dia wajib bergantung hanya kepada Allâh Azza wa Jalla .
14. Orang yang beriman kepada Allâh Azza wa Jalla wajib bertawakkal hanya kepada Allâh dan merasa cukup dengan rezeki yang Allâh karuniakan.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:

1- Adapun meminta-minta karena adanya kebutuhan yang sangat mendesak, maka boleh karena terpaksa.

وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ

Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardiknya.” [Adh-Dhuhâ/93:10]

2- Merasa cukup dengan Allâh Azza wa Jalla , percaya dengan kecukupan-Nya, karena barangsiapa bertawakkal kepada Allâh Azza wa Jalla , maka Allâh Azza wa Jalla akan mencukupinya. Inilah yang dimaksudkan oleh Allâh Azza wa Jalla dalam firman-Nya:

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allâh, niscaya Allâh akan mencukupkan (keperluan)nya…” [Ath-Thalâq/65:3].Lr

Read More »
05:27 | 0 komentar

Fenomena Silaturahmi dan Halal Bi Halal



Fenomena budaya indonesia yang berlangsung setelah pelaksanaan ibadah puasa adalah kebiasaan untuk melaksanakan kegiatan halal bi halal. Kegiatan seperti ini sebagai sebuah budaya bangsa indonesia. Pengenalan istilah mudik lebaran ini pun tidak akan dapat dipisahkan dengan budaya halal bi halal.
Halal Bi Halal adalah refleksi ajaran Islam yang menekankan sikap persaudaraan, persatuan, dan saling memberi kasih sayang. Fenomena Halal Bihalal sudah menjadi budaya. Budaya memaafkan, saling mengunjungi dan saling berbagi kasih sayang. Halal-bihalal yang merupakan tradisi khas bangsa Indonesia akhirnya menjadi sebuah simbol yang merefleksikan bahwa Islam adalah agama toleran, yang mengedepankan pendekatan hidup rukun dengan semua agama.
Perbedaan agama bukanlah tanda untuk saling memusuhi dan mencurigai, tetapi hanyalah sebagai sarana untuk saling berlomba-lomba dalam kebajikan. Dibalik kepopulerannya, dari mana asal kata Halal Bihalal? Istilah Halal bi halal terdengar seperti berasal dari bahasa Arab.
Namun sebenarnya istilah ini sama sekali tidak dikenal oleh kalangan bangsa Arab, tidak pula ada pada zaman Nabi saw. dan para sahabat. Karenanya, kamus bahasa Arab juga tak mengenal istilah itu. Justru halal bihalal masuk dan diserap Bahasa Indonesia dan diartikan sebagai “hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan, biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium, aula, dsb) oleh sekelompok orang dan merupakan suatu kebiasaan khas Indonesia.”
Yang dijaman Rosululloh saw hanya mengenal istilah silaturahmi.
Menurut Ensiklopedi Islam, 2000, hingga abad sekarang; baik di negara-negara Arab mau pun di negara Islam lainnya (kecuali di Indonesia) tradisi ini tidak memasyarakat atau tidak ditemukan. Halal bi halal bukan bahasa Arab. Ensiklopedi Indonesia, 1978, menyebutkan halal bi halal berasal dari bahasa (lafadz) Arab yang tidak berdasarkan tata bahasa Arab (ilmu nahwu), sebagai pengganti istilah silaturahmi. Sebuah tradisi yang telah melembaga di kalangan penduduk Indonesia

Read More »
21:12 | 0 komentar

Melatih Diri Sedari Kecil

Daffa Irgi Alfindra- Adya Zaidaan Ihami, membiasakan beribadah sejak kecil

Generasi salaf adalah generasi teladan. Muslim maupun muslimahnya, orang dewasa maupun anak kecilnya, dalam perkara ibadah maupun muamalah.
Di antara bentuk keteladanan generasi salaf adalah melatih anak kecil yang belum mukallaf untuk turut beribadah bersama kaum muslimin. Diantaranya ibadah tersebut adalah puasa dan membaca Al Qur’an
Dari Rubayyi’ binti Mu’awwidz; dia berkata, “Rasulullah mengutus untuk mengumumkan pada pagi hari asyura’ di wilayah kaum Anshar yang berada di sekitar kota Madinah.

من كان أصبح صائما فليتمّ صومه ومن كان أصبح مفطرا فليتمّ بقية يومه

Barang siapa yang pagi hari ini berpuasa, hendaklah menyelesaikannya. Barang siapa yang tidak berpuasa (sudah sarapan), hendaknya menahan (makan dan minum) sampai selesai.’
Setelah adanya pengumuman itu, kami berpuasa dan mengajak anak-anak untuk melaksanakan puasa. Kami juga mengajak mereka ke masjid dan memberikan mereka mainan dari kulit (wol). Jika mereka menangis karena lapar, kami menyodorkan mainan sampai waktu berbuka puasa tiba.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Meski anak-anak tersebut masih kecil, ternyata masih ada orang besar yang kalah dari mereka.

وقال عمر رضي الله عنه لنشوان في رمضان: ويلك! وصبياننا صيام! فضربه

“’Umar radhiyallahu ‘anhu berkata kepada orang yang mabuk-mabukan pada siang hari bulan Ramadhan, ‘Celaka kamu! Anak-anak kami yang masih kecil saja berpuasa!‘ Kemudian beliau memukulnya.” (Shahih Al-Bukhari, bab “Shaum Ash-Shibyan”, no. 1690)


Melatih anak dekat dan cinta Al-Qur’an bukan mustahil tapi tidak juga semudah kita membalikkan telapak tangan. Dan semisal sudah hapal pun, menjaga agar anak tetap berdekatan dengan Kitabullah adalah sebuah tantangan yang tidaklah mudah dilewati.



Berlatih membaca Al Qur'an


Read More »
16:50 | 0 komentar

Renungan Idul Fitri

Oleh:
Bahasa Arab adalah satu di antara bahasa dunia yang kaya makna dan kosakata. Istilah id (hari perayaan) dari bentuk kedua kata kerja bahasa Arab: ’ayyada, artinya merayakan, mengamati sebuah perayaan. Perkataan fitr dari kata kerja fatara, bermakna memisahkan, membatalkan puasa dengan makan dan minum pada 1 Syawal setelah berpuasa selama satu bulan (29 atau 30 hari), disebut juga iftar, dan juga bermakna menciptakan. Dari akar kata yang sama kita menemukan al-Fatir, yang berarti Maha Pencipta dari tiada kepada ada.
Jadi ’id al-fitri berarti ”merayakan hari 1 Syawal dengan berbuka atau menghentikan puasa”. Puasa diharamkan pada hari itu.
Ada juga orang mengartikan ’id dengan kembali. ’Id al-fitri diterjemahkan ”kembali pada asal penciptaan manusia yang bersih, suci, tanpa noda, tanpa dosa”, seperti bayi yang baru lahir setelah dibasuh selama Ramadhan. Namun, ada kerancuan. Dalam bahasa Arab, perkataan kembali adalah ’aud atau ’audah, berasal dari bentuk pertama kata kerja ’ada, bukan ’id. Saya lebih mengartikan ’id al-fitri atau ’idul fitri sebagai perayaan berbuka puasa, bagian sikap bersyukur manusia beriman, bukan ”kembali suci.”
Perayaan 1 Syawal adalah hari kegembiraan, dalam batas yang wajar, bagi mereka yang berpuasa Ramadhan, karena iman semata. Di akhir Ramadhan, umat Islam, termasuk bayi, diwajibkan membayarkan sadhaqat al-fitri (zakat fitrah) sebagai simbol spiritual untuk berbagi dengan sektor masyarakat yang serba kekurangan.
Pada waktu yang sama, juga dilakukan pembayaran zakat harta kekayaan yang disalurkan pada mereka yang berhak, seperti fakir, miskin, panitia zakat, mereka yang terlilit utang, dan untuk jalan Allah. Pelaksanaan zakat sampai kini belum optimal di seluruh dunia sehingga jurang antara si kaya dan si miskin masih lebar. Sebuah kenyataan yang amat pedih dan menyakitkan. Jumlah zakat yang ditunaikan masih setengah lumpuh berhadapan dengan kesenjangan sosial ekonomi.
Kembali pada soal penebusan dosa, memang ada sumber hadis yang menyebutkan, ”Barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan berdasarkan iman dan semata mengharapkan keridaan Allah, apa yang terdahulu dari dosanya bakal diampuni.” Mungkin didasarkan pada hadis ini, lalu disimpulkan bahwa orang yang benar-benar berpuasa selama Ramadhan akan menjadi manusia suci kembali.
Sekali lagi perkataan ’id tidak berarti kembali, seperti yang pernah saya tulis tahun 2008, tetapi hari perayaan! Jika tak hati-hati memahami hadis ini, orang yang lemah iman akan mudah berbuat dosa untuk ditebus setiap bulan Ramadhan dengan menjalankan puasa. Dalam Al Quran tidak ada bayangan orang yang berpuasa akan terbebas dari dosa.
Disadur dari:Kompas.com.RENUNGAN-IDUL-FITRI-1437H

Read More »
12:50 | 0 komentar

Al Qur'an Dan Aktualisasi Diri

Ustadz Andi dalam Sebuah acara buka bersama di Masjid Al Mu'minun Perumahan Gayam Permai (1437H/2016M)

Al-Qur'an, sebagai kalamullah atau mukjizatul Islam yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW untuk seluruh manusia. Ajaran Islam, merupakan rahmat bagi seluruh alam semesta, rahmatan lilalamin. Pada hakikatnya, al-Qur'an telah berbicara tentang seluruh persoalan manusia yang berupa prinsip-prinsip dasar.
Al-Qur'an berbicara kepada akal dan perasaaan manusia; mengajar mereka tentang aqidah tauhid; membersihkan jiwa mereka dengan berbagai praktek ibadah; memberi mereka petunjuk untuk kebaikan dan kepentingannya, baik dalam kehidupan individu maupun sosial; menunjukkan kepada mereka jalan terbaik, guna mewujudkan jati dirinya, mengembangkan kepribadiannya dan meningkatkan dirinya menuju kesempurnaan insani, sehingga mampu mewujudkan kebahagiaan bagi dirinya, di dunia dan akhirat.
Ma'rifatunnafsi atau mengenal diri sendiri terkenal dengan ungkapan "barang siapa yang mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya", Dapat disejajarkan dengan konsep diri, self concept yaitu bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri. Khusnudzon atau prasangka yang baik juga dapat disejajarkan dengan berpikir positif. Kata-kata yang terus beriringan dalam al-Quran yaitu iman dan amal merupakan penegasan dari harus adanya keyakinan dan tindakan. 
Untuk menyikapi semua tindakan-tindakan dan hasil yang diperoleh atas semua usahanya Islam memberikan konsep lain seperti tawakal, syukr dan muhasabah yang harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Akumulasi konsep-konsep tersebut jika diteliti secara berkesinambungan akan menimbulkan dan mengisyaratkan adanya konsep percaya diri yang terungkap dalam al-Qur'an.

Read More »
08:27 | 1 komentar

Bazar Ramadhan 1437 H

Bazar Ramadhan 1437H Perumahan Gayam Permai

Perumahan Gayam Permai Banjarnegara pada hari Minggu, 19 Juni 2016 mengadakan Bazar Ramadhan dengan Tajuk "Indahnya Berbagi Dibulan Nan Suci". Bazar ini sebagai salah satu wujud bersyukur warga Perumahan Gayam Permai atas Nikmat yang telah Allah SWT berikan.
Acara didahului dengan sambutan oleh Bapak Ketua RT06/05 Kelurahan Kutabanjarnegara Bp.Bambang Budi Santosa. Yang menekankan bahwa acara ini terselenggara berkat kerjasama antara Ibu-ibu pada masing-masing Dawis (Dasa Wisma) dan Kelompok Pengajian Asyiffa serta Takmir Masjid Al Mu'minun Perumahan Gayan Permai.
Acara dibuka oleh Ketua Takmir Masjid Al Mu'minun Bapak Ir.Lukman Jarir.





























Read More »
04:09 | 0 komentar

Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Belajar Al Qur'an



Rasulullah SAW bersabda: أُطْلُبُوا الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ اِلىَ اللَّهْدِ “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian sampai liang lahat” Hadits tersebut menjadi dasar dari ungkapan “Long life education” atau pendidikan seumur hidup. Kehidupan didunia ini rupanya tidak sepi dari kegiatan belajar, sejak mulai lahir sampai hidup ini berakhir. Benar hadist Rasulullah Muhammad s.a.w “Udlubul ilma mahdi illal lahdi”, menuntut ilmu sejak buaian sampai liang lahad.
Walau sudah tua tidak ada kata terlambat untuk belajar.





Read More »
13:32 | 0 komentar

Traveled to Madura


Kata Wisata menurut bahasa mengandung arti yang banyak. Akan tetapi dalam istilah yang dikenal sekarang lebih dikhususkan pada sebagian makna itu. Yaitu, yang menunjukkan berjalan-jalan ke suatu negara/tempat untuk rekreasi atau untuk melihat-lihat, mencari dan menyaksikan (sesuatu) atau semisal itu. Bukan untuk mengais (rezki), bekerja dan menetap.
Selang waktu menunggu setelah penutupan Bimtek di Surabaya, menunggu pemberangkatan KA dari stasiun Gubeng terlintas ide untuk melihat karya bangsa yaitu Jembatan Suramadu dan berkunjung ke Madura.
Pertama kali sampai di Madura pasti akan melewati Kabupaten Bangkalan. Dan memang hanya ke Bangkalan saja kali ini,wisata saya bersama teman karena hanya untuk menunggu waktu jadwal pemberangkatan kereta. Daripada nunggu lama di Stasiun. Oleh Bapak Jon (sopir) yang telah berpengalaman berkali-kali mengantarkan tamu untuk berwisata kemadura, kami diajak ke alun-alun Kab.Bangkalan, Taman Paseban. 
Terlihat dari namanya, tentu saja Taman Paseban ini pastinya ada sejarah atau asal usul dari taman paseban itu sendiri. Menurut orang jaman dahulu, bahwasannya Taman Paseban ini merupakan tempat transit ( atau tempat laporan ) para tamu-tamu kerajaan sebelum menghadap kerajaan, yang tepatnya sekarang disebut dengan pendopo. Tujuan taman paseban itu sendiri untuk Penghijauan di tengah perkotaan. Dan hal ini banyak sekali memberi manfaat untuk warga sekitarnya. Namun sekarang banyak sekali perubahan dari tahun ke tahunya. Meskipun begitu namun Taman ini banyak berguna untuk warga-warga bangkalan itu sendiri.
Sebelum sampai di Pulau Madura sudah barang tentu kita akan melewati jembatan penghubung antara pulau Jawa dan Pulau Madura yaitu Jembatan Suramadu. Mantap juga jembatan ini dari segi kontruksi tentu saja sangat kokoh dan menandakan kemajuan dunia konstruksi di Indonesia.





Read More »
06:41 | 0 komentar

Menciptakan Sejarah


Kita dituntut untuk selalu sadar.Sadar dalam menjalani waktu,karena sesungguhnya kita semua itu sedang menciptakan sejarah.Sejarah apa yang telah kita lakukan hari lalu, minggu lalu,bulan lalu,tahun lalu.Sejarah apa yang sedang kita sulam?Jadi bahwa saat ini kita semua sedang menciptakan sejarah.
Sejarah tak semestinya merupakan kisah perjuangan yang heroik.Sejarah lokal,tentang sebab-sebab kenapa sebuah nama jalan dinamakan dengan jalan Tentara Pelajar misalnya.Sejarah yang sekupnya hanya untuk dikenang oleh anak cucu kita misalnya.

Perjalanan Hidup

Menciptakan sejarah sebagai pemain inti
Perjalanan hidup ini adalah sebuah rangkaian waktu yang terus mengalir.Dan kita akan ditanya tentang waktu yang telah kita pakai.Kita ditanya tentang waktu oleh yang memiliki waktu,kemana saja waktu dihabiskan dan pergi.

Waktu Adalah Pedang

Pepatah arab mengatakan bahwa waktu itu adalah pedang.Tetapi kita tak pernah merasa sewaktu-waktu kita dapat terpenggal oleh pedang waktu.Waktu yang kita habiskan masih belum terencana.Padahal tanpa sadar kita sedang mengukir sejarah.Sejarah pertanggungjawaban yang nanti akan ditanyakan oleh siempunya waktu..Allah swt.
Rasulullah saw. telah mengajarkan kepada kita bagaimana Beliu merancang dakwahnya.Para sahabat juga demikian.Waktu yang mereka jalani tidak begitu saja dijalani tanpa target dan tanpa planing.Mereka memikirkan apa yang akan terjadi pada waktu yang akan datang dengan peran apa yang akan dimainkan.

Jejak kita menciptakan sejarah.Tentu harapannya adalah sebuah sejarah yang cemerlang.Dituturkan dengan bangga dan senang.Untuk itu apa yang dijalani Nabi Muhammad bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin,jika hal itu tidak terjadi kita telah hidup dengan sia-sia,dirajam oleh pedang waktu.

Read More »
02:20 | 0 komentar

Umar Bin Khattab

Rasululloh saw Bersabda,"Tidak ada satupun Malaikat di langit yang tidak menghormati Umar dan tidak ada satu pun setan di atas bumi yang tidak takut kepada Umar" (Diriwayatkan oleh dari Ibnu Asakir dari Ibnu Abbas).
Rasulullah saw bersabda,"Sesungguhnya Allah swt menempatkan kebenaran di lidah dan hati Umar" Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Ibnu Dzar.

Nasehat Umar Bin Khattab
1. Jika engkau melihat orang lebih tua maka berfikirlah bahwa orang tersebut lebih banyak memiliki pahala dari diri kita.
2. Jika engkau melihat orang yang lebih muda maka berfikirlah bahwa orang tersebut memiliki dosa yang lebih sedikit dibandingkan kita.
3. Jika engkau di jamu saat bertamu maka berfikirlah bahwa tuan rumah adalah orang yang sangat menghormati tamu.
4. Jika engkau menemuka kejelekan pada orang lain maka celalah diri kamu,maka cacilah dirimu,karena kejelekan kita lebih banyak dari orang lain
5. Jika engkau hendak memuji seseorang maka pujilah Allah swt,karena Allah lah yang patut kita Puji dan sanjung.

Begitu banyak nasehat Umar untuk kita karena menurut Nabi Muhammad saw, jika setelah beliau ada nabi lagi pastilah Umar.
Umar Bin Khatab meninggal dunia saat sholat subuh. Kematiannya di bunuh oleh Fairuz seorang budak yang sakit hati pada Umar karena Persia ditaklukan oleh Umar.

Read More »
22:58 | 0 komentar

Sifat Rendah Hati

Pada suatu saat seorang Ustadz akan menguji santrinya untuk ujian kenaikan tingkat.Ustadz ini menanyakan satu kalimat yang harus dijawab oleh santri tersebut. Pertanyaan dari Ustadz tersebut adalah "Coba kamu cari mahluk yang lebih jelek dari kamu?" Jawaban itu harus sudah dijawab dalam waktu 6 hari.
Dalam perjalanan pulang dari rumah Ustadz, santri ini mencoba membandingkan dirinya dengan santri lain yang hafalan Qurannya lebih sedikit dari dia."Pasti saya lebih baik dari si A. Dia kan baru hapal 1 juz sementara saya sudah hapal Al Quran 5 juz." Begitu ia berfikir pada siang harinya. Pada malamnya ia berfikir.bukankah orang disisi Allah yang baik dilihat dari ketakwaannya bukan dari hafalan/kepintarannya.
Akhirnya ia mencari lagi mahluk lainnya. Ia temukan bahwa "Saya pasti lebih baik dari hewan yang kurus itu".Demikian batin dia sambil menunjuk hewan kurus yang kelaparan.Tapi malamnya ia berfikir lagi.Bukankah hewan tidak akan diminta pertanggunjawaban nanti?
Akhirnya ia pun menyerah kepada sang Ustadz bahwa ia tidak bisa menemukan mahluk yang lebih jelek/rendah dari dia.

Read More »
11:57 | 0 komentar

Keistimewaan Surat Al A'laa

Rosullullah saw.sering melaksanakan sholat wajib maupun sunah dengan membaca Quran Surat Al A'laa.Diantaranya :

1. Sholat Jumat dan Sholat Hari Raya
Sebagaimana Hadist, dari An Nu'man Bin Basyir Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca dalam shalat ‘ied maupun shalat Jum’at “Sabbihisma robbikal a’la” (surat Al A’laa) dan “Hal ataka haditsul ghosiyah” (surat Al Ghosiyah).”

2. Sholat Witir


عَنْ أُبَىِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُوتِرُ بِ (سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى) وَ (قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ) وَ (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ)

Dari Ubay bin Ka’ab, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya melaksanakan shalat witir dengan membaca Sabbihisma robbikal a’la (surat Al A’laa), Qul yaa ayyuhal kafiruun (surat Al Kafirun), dan Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash)” (HR. Abu Daud no. 1423 dan An Nasai no. 1730)



Read More »
10:14 | 0 komentar

Bersahabat dengan Al Quran

Pada bulan Ramadhan ini hampir semua masjid,mushola,surau di kota-kota besar, kota-kota kecil,perumahan hingga sampai ke gang-gang sangat di makmurkan dengan lantunan ayat-ayat suci Al Quran. Menjelang Sholat Maghrib atau ba'da Sholat 'isa lantunan ayat-ayat suci dikumandangkan dari anak-anak sampai orang tua secara bergiliran. Terasanya bulan yang penuh berkah ini hanya berlangsung 1 bulan. Terus yang menjadi latar belakang penulisan ini (kayak nulis tesis ya...) adalah kemana lantunan merdu anak-anak, orang dewasa di masjid-masjid,mushola dan surau setelah bulan Ramadhan berlalu?

Bersahabat dengan Al Qur'an
Al Quran yang diturunkan di bulan ramadhan atau lebih tepatnya pada malam Lailatul Qodr. Disebut juga dengan malam kemuliaan.Kenapa disebut malam kemuliaan? Allah menyebut karena pada malam itu diturunkannya Al Quran.
Jadi para Blogger semua kata kunci disini pada kemuliaan Al Quran.Allah swt. sendiri yang menyatakan begitu mulia malam itu karena ditunkannya Al Quran.Sehingga karena begitu mulianya Al Quran itu siapa sih yang tidak mau berteman dengan orang yang mulia semisal?
Bagaimana kita berteman dengan Al Qur'an:
1. Membacanya setiap hari, setiap saat dan kapanpun
2. Mempelajarinya. Orang yang sudah tua tidak ada kata terlambat untuk belajar Al Quran.Jangan sampai nanti di akhirat kita dijadikan buta dan tuli, hanya karena kita didunia tidak pernah mendengar,melihat dan peduli terhadap AL Quran. Na'uzdubilah.
3. Memahaminya.
4. Mengamalkannya.


Read More »
17:41 | 0 komentar

Sungguh Manusia Rugi dalam Masalah Waktu

Allah swt didalam Alquran bersumpah dengan nama waktu hal ini untuk mengingatkan manusia begitu pentingnya waktu bagi manusia.Karena waktu dengan teknologi secanggih apapun tidak dapat kita budayakan.Kita dapat membudayakan dimensi ruang misalnya tetapi waktu tidak bisa dibudayakan, misalnya kita tidak bisa menyetop agar hari kamis tidak bisa datang,kita idak bisa meminta untuk dilahirkan di abad ke 25 dan sebagainya.
Allah swt bersumpah dengan waktu pagi.....(Al quran Surat Fajr)
Allah bersumpah demi waktu Dhuha......(Al Quran Surat Ad Duhaa)
Allah swt bersumpah demi waktu malam......(Al  Quran Surat Al Fiil)
Allah swt bersumpah demi waktu siang hari........(Al  Quran Surat Al Fiil)



Read More »
08:38 | 0 komentar

Malam Kemuliaan

Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang


1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan
2. dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu?
3. malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
4. pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
5. malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar.

Malam kemuliaan dikenal dalam bahasa Indonesia dengan malam Lailatul Qadr Yaitu suatu malam yang penuh kemuliaan, kebesaran, karena pada malam itu permulaan turunnya Al Quran.

Terjadinya malam Lailatur Qadr yang jelas pada bulan Ramadhan, menurut beberapa hadist terdapat pada malam 10 hari terakhir. Pada malam-malam ini Nabi Muhammad melakukan iktikaf di masjid.Jadi terjadinya bisa pada malam genap atau ganjil hanya Allah Yang Maha Tahu.


Read More »
08:01 | 0 komentar

Silaturahmi

Diriwayatkan dari Sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam :
أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ؟ قَالَ : اَلصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا قَالَ: قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قَالَ: قُلْتُ: ثُمَّ أَيٌّ ؟ قَالَ : الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ. 
“Amal apakah yang paling utama?” Beliau menjawab,"Shalat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya).” Aku bertanya,"Kemudian apa?” Beliau menjawab,"Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya,"Kemudian apa?” Beliau menjawab,"Jihad di jalan Allah.”
Silaturahmi memiliki sekian banyak manfaat yang sangat besar, diantaranya sebagai berikut. 
1. Menaati perintah Allah dan Menjalankan Rasul-Nya (Bernilai Ibadah).
2. Menumbuhkan sikap saling tolong-menolong dan mengetahui keadaan karib kerabat.
3. Dengan bersilaturahmi, Allah akan meluaskan rezeki dan memanjangkan umur kita. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bersabda:

مَنْ أَ حَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ . 
"Barangsiapa yang suka diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi"
4. Menyampaikan ilmu, menyuruh berbuat baik, dan mencegah berbagai kemungkaran yang mungkin akan terus berlangsunng apabila kita tidak mencegahnya. 
5. Silaturahmi sebagai sebab seseorang masuk surga. 
Diriwayatkan dari Abu Ayyub al-Anshari Radhiyallahu 'anhu, bahwasanya ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam : “Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku suatu amal yang dapat memasukkanku ke dalam surga dan menjauhkanku dari neraka,” maka Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

تَعْبُدُ اللهَ وَلاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصِلُ الرَّحِمَ. 
"Engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung silaturahmi"


Read More »
06:34 | 0 komentar